“Bumi ke Langit” (1): Inspirasi Shafa Marwah 

WILD_flying-02

Continue reading

Advertisements

Status

Jika ada sesuatu yg membuat kamu lebih banyak bersedekah nya, lebih rutin tahajud nya, lebih banyak rakaat sholat dhuha nya, lebih banyak tilawahnya.. Itu adalah kesungguhanmu untuk menikah. Sebab, setelah menikah akan banyak keberkahan yg datang.. Dari sisi kuantitas & kualitas ibadah, pencukupan Rezeki sesuai janji Allah untuk orang2 yg menikah meskipun sebelumnya kekurangan, pendewasaan, dsb.. Insyaa Allah..

Get married! Jangan ragu! Jangan tunda! Capai barokah! Niatkan karna Allah. Semoga yg sedang berniat menikah, Allah mudahkan prosesnya. Aamiin

Niat = Perencanaan

“Niat = Perencanaan”

“Inna a’maalu binniyaah”, sebuah hadits urutan pertama dalam hadit arba’in.. Kenapa menjadi yang pertama? Karena pesannya sangat penting bagi kita untuk menjalani kehidupan.

Kalau dalam konteks akhirat; kalau kita niatkan suatu pekerjaan untuk ibadah kepada Allah, maka pekerjaan tersebut bernilai ibadah. Bahkan sampai tidur pun bisa bernilai ibadah, jika sebelum tidur kita wudhu dulu, berdoa dulu, dsb, maka tidur kita bernilai ibadah.

Dalam konteks kehidupan dunia; pekerjaan/bisnis/usaha apapun yang sedang kita upayakan, inna a’maalu binniyah bisa kita serap maknanya sebagai berikut; “Segala usaha bergantung pada perencanaannya”.

Dalam ilmu manajemen disebutkan “Gagal merencanakan, sama saja merencanakan untuk gagal”. Maka niat yang dimaksud bukan sekadar ” ingin” saja. Tetapi lebih dari itu, niat yang efektif dan impactfull adalah niat yang bertransformasi menjadi “azzam” atau keinginan yang begitu kuat. Dan wujud dari keinginan yang kuat tersebut adalah perencanaan. Karena kembali lagi: “Gagal merencanakan, sama saja merencanakan untuk gagal”. Sehingga ketika kita berniat mencapai sesuatu, ingatlah selalu bahwa perencanaan adalah bagian paling pertama dan utama dalam sebuah pencapaian usaha kita.

 

Salam Sukses,

– Aziz Gagah

Pantaskan!

 

“Jika kita melihat harapan besar di masa depan berbeda dengan kondisi kita saat ini, kita akan ‘frustasi’. Maka yang harus kita lakukan adalah menyiapkan diri kita, ‘melakukan’ dan terus belajar serta berinovasi agar kita pantas sampai ke tujuan”. Continue reading

Ramadhan, Taman Bekal Para Perindu

Diceritakan ada berapa pemuda yang melakukan perjalanan jauh di tengah gurun pasir. Pada suatu waktu mereka merasakan letih, haus, dan lapar disebabkan kehabisan bekal perjalanan. Kemudian mereka menemui sebuah taman yang begitu hijau, rindang, dan menyejukkan. Di dalamnya ditumbuhi buah-buahan dan tanaman-tanaman, serta mata air yang begitu jernih. Kemudian oleh sang pemilik taman itu, mereka diizinkan untuk memasuki kebun tersebut dan mengambil apa saja yang ada di dalamnya. Namun sang pemilik hanya memperbolehkan hanya dalam waktu 30 menit berada di dalam taman tersebut.

Setelah diizinkan, para pemuda tersebut memasuki taman dengan pilihan sikap yang berbeda-beda. Ada yang memasukinya dengan bersantai ria lalu berbaring di antara rerumputan, bersantai ria di bawah pohon hingga terlelap, dan ada juga yang berburu buah-buahan, makanan dan minuman di dalam taman. Yang berburu makanan ini pun berbeda perilakunya, ada yang menghabiskannya di dalam kebun, dan ada juga yang mengumpulkannya untuk bekal perjalanan panjangnya. Continue reading

Ayat Produktivitas

Ayat Produktivitas

–sebuah tadabbur ayat–

Surat Al-insyirah merupakan ayat tasliyah (penghibur). Di dalam surat Al-Insyirah terdapat dua ayat serupa yang diulang berturut-turut dan cukup populer yaitu ayat ke-5 dan ke-6 yang berbunyi “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (5), sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (6)”

Pada kali ini saya ingin mengajak teman-teman pembaca untuk menengok makna dari ayat lain selain ayat di atas yang juga masih dalam surat Al-Insyirah. Ayat yang dimaksud tidak lain adalah kelanjutannya, yaitu ayat ke-7, sebuah pesan besar dalam Quran tentang produktivitas. Continue reading

Menjadi Unlimited Bersama Quran

Sebuah kenikmatan yang besar, aku bisa berada di sini, bersama teman-teman menghabiskan banyak waktu yang insyaa Allah dalam produktivitas penuh makna. Tidak pernah menyangka diri yang belum se-sholeh teman-teman yang lain ini bisa berada dalam sistem dan lingkungan yang sangat mendukung untuk selalu dekat dengan Quran.

Alkisah, dari sebuah obrolan yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Quran, petunjuk itu bermula. Continue reading