Jika Saya Tiada Nanti :’)

Bersyukur sekali Indonesia punya sosok seperti Bunda. Beruntung sekali saya mengenal Bunda, berinspirasi banyak dari Bunda, belajar banyak dan mengambil hikmah yang banyak dari Bunda. Tentang makna keikhlasan, ketulusan, keoptimisan, dan kecintaan terhadap Indonesia yang dibuktikan dengan dedikasi-dedikasi nyata terutama untuk generasi-generasi mudanya. Sungguh mengenal Bunda adalah anugerah. Semoga kami dapat optimal menuai hikmah-hikmah dari perjalanan hidup Bunda yang sangat panjang.

Senantiasalah menginspirasi Bunda di angka usia baru ini dan angka-angka seterusnya. Sejak dulu pun Bunda dan keluarga adalah inspirasi saya. Doakan saya dan anak-anak Bunda (biologis dan ideologis tentunya) agar dapat membangun keluarga yang “besar” yang turut membangun generasi Indonesia yang “besar”.

“Ya Allah, kuatkan jiwa-jiwa kami, tangan-tangan kami, kaki-kaki kami.. Ridhoi Kami.. Kuatkan kami untuk bisa membangun keluarga-keluarga yang teguh akidah, ubudiyah, dan akhlaknya.. Kokohkan karakter kami, keluarga-keluarga kami, kelompok-kelompok kolaborasi kami, masyarakat kami, bangsa kami..”

“Hadirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang besar jiwanya, teguh akhlak dan pendiriannya, tajam pandangannya, luas wawasan dan kearifannya. Semoga senantiasa sinergi antara masyarakat Indonesia dan pemimpinnya membangkitkan Indonesia, menata karakter pribadi manusia-manusianya, dan membangun martabat bangsa di kancah dunia. Ya Allah, kami ingin Indonesia Jaya. aamiin..”

Terima kasih, Bunda, untuk semuanya.. 🙂

Tatty Elmir

Aselinya saya ini dulu adalah seorang “Fakir usia” yang senantiasaaaa minta umur panjaaaaaang sama Allah. Setiap ulang tahun, selalu girang alang kepalang saban ada yang mendoakan semoga umur ini panjang, sambil berucap “Aamiiiiin”, sekencang-kencangnya (di dalam hati). Tapi  gara-gara pernah sakit punggung hingga ke bawah yang luaaaar biasa sakitnya beberapa tahun lalu, dan tak terhitung kali melihat orang yang tergeletak tak berdaya dan begitu menderita  dalam sakitnya yang begitu lama dan lemah, maka doa itu saya ganti. Apalah artinya panjang umur kalau sakit-sakitan. Apalah artinya panjang umur kalau tidak produktif  dan menjadi beban orang lain. Ah lebih baik saya ganti haluan. Hanya ingin sepanjang usia saya terus sehat dan  produktif berlimpah barokah, dan mengakhirinya dengan khusnul khotimah alias happy ending. Daaaaan eee alangkah baiknya jika usia produktif itu terhitung juga dalam buanyaaaaak tahun (Hehehe doa yang curang. Itu mah berarti juga panjang umur, dan sehat berlimpah karya kan ya?)…

View original post 1,276 more words

Advertisements

Mari Bangun Pribadi Unlimited (3)

Resource Kita Unlimited

Sering ada yang meminta tolong pada kita, lalu kita berdalih ‘maaf tidak punya waktu’, ‘maaf lagi sibuk’, ‘duh mager’, dsb.. Padahal kita sering berjam-jam berselancar dengan gadget kita, berjam-jam berada di depan TV, dsb. Waktu kita 24 jam kita gunakan untuk apa saja?

Manusia memang sering tertipu oleh angka. Masih terjebak Continue reading

Mari Bangun Pribadi Unlimited (2)

Inspirasi Abu Bakar.

Dari Abu Dawud dan At-Tirmidzi, diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab, ia berkata, “Rasulullah menyuruh kami untuk mengeluarkan sedekah. Kebetulan saat itu saya sedang memiliki harta. Lalu saya katakan, ‘Hari ini saya akan mengalahkan Abu Bakar, di mana saya tidak pernah mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Continue reading