Niat = Perencanaan

“Niat = Perencanaan”

“Inna a’maalu binniyaah”, sebuah hadits urutan pertama dalam hadit arba’in.. Kenapa menjadi yang pertama? Karena pesannya sangat penting bagi kita untuk menjalani kehidupan.

Kalau dalam konteks akhirat; kalau kita niatkan suatu pekerjaan untuk ibadah kepada Allah, maka pekerjaan tersebut bernilai ibadah. Bahkan sampai tidur pun bisa bernilai ibadah, jika sebelum tidur kita wudhu dulu, berdoa dulu, dsb, maka tidur kita bernilai ibadah.

Dalam konteks kehidupan dunia; pekerjaan/bisnis/usaha apapun yang sedang kita upayakan, inna a’maalu binniyah bisa kita serap maknanya sebagai berikut; “Segala usaha bergantung pada perencanaannya”.

Dalam ilmu manajemen disebutkan “Gagal merencanakan, sama saja merencanakan untuk gagal”. Maka niat yang dimaksud bukan sekadar ” ingin” saja. Tetapi lebih dari itu, niat yang efektif dan impactfull adalah niat yang bertransformasi menjadi “azzam” atau keinginan yang begitu kuat. Dan wujud dari keinginan yang kuat tersebut adalah perencanaan. Karena kembali lagi: “Gagal merencanakan, sama saja merencanakan untuk gagal”. Sehingga ketika kita berniat mencapai sesuatu, ingatlah selalu bahwa perencanaan adalah bagian paling pertama dan utama dalam sebuah pencapaian usaha kita.

 

Salam Sukses,

– Aziz Gagah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s