“Bumi ke Langit” (1): Inspirasi Shafa Marwah 

WILD_flying-02

Sebuah kisah yang mashur tentang Ayah Ibrahim yang atas perintah Allah, harus meninggalkan istrinya (Bunda Hajar) dan anaknya (Ismail AS) yang masih bayi di tengah gurun pasir yang kerontang. Dengan kondisi bekal air yang habis dan Bunda Hajar kehabisan ASI nya, Ismail kecil menangis kehausan. Tanpa pikir menunda, di tengah lelah dan hausnya Bunda Hajar langsung berlari-lari kecil (sa’i) ke bukit shafa karena dilihat olehnya dari kejauhan ada air. Sesampainya di Shafa ternyata tidak ada air, melainkan hanya fatamorgana. Kemudian dilihatnya dari kejauhan di Bukit Marwah ada air, berlarilah ke Marwah ternyata yang dilihatnya hanya fatamorgana. Sampai 7 kali beliau berlari-lari bolak-balik, ditemuinya hanya fatamorgana. Dan setelah di penghujung lelahnya, air yang dicari-cari ternyata terpancar dari pasir dengan pukulan kaki Ismail kecil.
Begitulah kisah Bunda Maryam. Sebuah kisah mashur tentang perjuangan dan kepercayaan besar akan kebesaran Tuhannya. Bunda Hajar bukan tidak tahu atau bodoh, di bukit yang jauh itu tidak ada air tetapi tetap berlari ke sana. Namun karena Ia punya harapan akan kebesaran Tuhannya, Bunda Hajar tetap berikhtiar ke 2 bukit tersebut sampai berkali-kali! Ia habiskan jatah gagalnya sampai 7 kali! Sampai akhirnya Allah datangkan pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah abadikan kisahnya. Dan sumur tersebut merupakan sumur yang tidak pernah habis meskipun jutaan manusia dari seluruh belahan dunia mengambilnya berabad-abad lamanya, menjadi bukti kebenaran kisahnya sepanjang zaman.
Ketika Anda sedang mengalami permasalahan yang besar menurut Anda saat ini, bergeraklah! Ingin terbebas dari hutang puluhan/ratusan rupiah? bergeraklah! Ketika Anda mempunyai impian kuat namun terasa sulit diwujudkan, jangan menyerah, bergeraklah!
Bergeraklah! Meskipun dengan langkah-langkah kecil. Apa yang dapat Anda lakukan, lakukanlah! Meskipun hal itu terasa jauh untuk mencapai impian-impian Anda atau mengatasi masalah-masalah besar Anda. Namun, jika saat itu hanya hal itu yang dapat Anda lakukan, lakukanlah! Yang penting bergerak! Karena jika kita hanya diam, tidak bergerak, maka kesedihan dan ketakutan akan tetap hinggap bahkan bertambah. Mau sampai kapan?
Ketika saat ini Anda berada di “bumi”, bahkan tersungkur ke lembahnya, dan Anda merindu untuk sampai ke “langit”, percayalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, yang menciptakan, mematikan, juga membangkitkan Anda. “Kemustahilan itu hanya ada pada orang yang tidak percaya kebesaran Tuhannya”.
Bergerak dan berdoalah! Peluk selalu keyakinan akan kebesaran Tuhanmu dalam menghadapi segala permasalahan yang ada. Penuhi syaratnya! (TAQWA!), dengan Izin-Nya, pintu-pintu jalan keluar akan terbuka. Dan temukan “tongkat musa”mu, Anda akan menyaksikan sendiri bahwa pertolongan Allah itu dekat. {..bersambung ke Part 2, insyaa Allah..}
Advertisements

2 thoughts on ““Bumi ke Langit” (1): Inspirasi Shafa Marwah 

  1. Barokallah,.
    Menginspirasi ,sekali,.
    Tambah semangat saya,.
    Untuk mewujudkan impian saya,.

    Syukron atas ilmunya,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s